Judul Buku : Berjalan DI
Atas Cahaya
Penulis : Hanum
Salsabiela Rais, dkk
Penerbit : PT
Gramedia Pustaka Utama
Tahun Terbit : 2013
Tebal Buku : 210 halaman
Kisah perjalanan Hanum tidak cukup berhenti di 99 Cahaya di Langit
Eropa. Kini Hanum kembali menceritakan perjalanannya di Eropa, setelah
mendapatkan pena dari seorang misterius ketika haji wada’. Jadilah Hamun
ditakdirkan menuliskan kembali perjalanan hidup yang ia lalui di Benua Biru, Eropa.
Dari perjalanan tentang misi tak mungkin, karena hanya diberi anggaran tiga
ribu dollar untuk tiga orang selama delapan belas hari hidup di Eropa. Hingga anggaran
yang kecil tersebut justru mempertemukannya dengan pembuat jam. Siapa sangka
jam-jam bermerek terkenal dunia, seperti Rolex, Swisswatch, Hublet, Omega,
Calvin Klein (CK) dan sederet merek dunia lainnya, ternyata lahir dari sebuah
kota kecil. Bahkan nyaris seperti kota mati ketika hari libur.
Akan ada beragam kisah yang akan disuguhkan di dalam buku ini,
karena buku ini merupakan kumpulan kisah nyata penulis-penulisnya. Kisah-kisah
perjalanan dalam buku ini akan membawa kita berkeliling Eropa sejenak, dengan beragam
kisah kehidupan muslim di Eropa. Namun tidak sekedar jalan-jalan. Karena akan
ada pelajaran yang dapat dipetik di dalam buku ini. Kisah-kisah di dalam buku
ini seperti magnet yang akan menarik keinginan kita untuk mengunjungi, bahkan
tinggal di Eropa dengan segala keteraturan kehidupan masyarakatnya. Bahwa apa
pun yang bukan milik mereka, mereka tidak berani menyentuhnya. Semua berjalan menyesuaikan
sistem. Sungguh merupakan kehidupan yang sangat didambakan!
Bahasa yang digunakan di dalam buku ini sangat mudah dipahami, persis
seperti seseorang yang sedang bercerita. Foto-foto yang ada di dalam buku ini
juga sangat menunjang imajinasi pembaca. Sehingga pembaca tidak akan kesulitan
untuk memvisualkan cerita-cerita yang di dalam buku ini. Singkatnya buku ini
memberikan beragam kisah untuk menjadi agen muslim yang baik. Kita perlu
merubah persepsi dunia tentang Islam seperti yang digembar-gemborkan oleh media
saat ini. Karena setiap muslim adalah Public Relation (PR) bagi Islam. Bagi
Hanum, apa pun yang manusia dengar, lihat, dan rasakan adalah cahaya dari-Nya. Itulah
mengapa, manusia perlu menyadari bahwa ia selalu berjalan diatas cahaya-Nya.
Yogyakarta, 15 September 2015
Sovia Sandhi

