Kamis, 03 September 2015

Yogyakarta, I'm Fall in Love

Ada nasihat mengatakan, untuk mengetahui seberapa besar kecintaanmu pada sesuatu, maka cobalah untuk pergi sejauh-jauhnya. Seberapa besar kerinduanmu kelak, maka sebesar itulah kecintaanmu pada sesuatu itu.

Aku pikir aku tidak akan pernah merindukannya. Aku pikir aku tidak akan punya kenangan di sana. Tapi rupanya kini aku begitu merindukannya. Tentang kehidupannya. Budayanya. Masyarakatnya. Semuanya. Dulu aku berpikir untuk mempercepat studiku agar segera dapat kembali ke hometown-ku. Aku pikir satu-satunya rumahku adalah daerah asalku. Tapi rupanya tidak lagi.

Aku Jatuh Cinta pada Yogyakarta. Tidak peduli dengan segala kemacetan dan polusi jalanan kota, bahkan kriminalitas yang lebih parah dibandingkan hometown-ku, Yogyakarta membuatku jatuh cinta dalam sekejap. Yogyakarta telah menjadi my second hometown. Rumah. Tidak peduli dimana pun kamu berada, jika kau merasa nyaman menjadi diri sendiri dengan segenap orang-orang yang menyayangimu dan kamu sayangi. Itulah rumahmu.

Suatu saat aku pasti akan sangat berat untuk meninggalkan Yogyakarta. Bahkan kelak aku pasti akan menangis karena meninggalkan Yogyakarta.

Nusa Dua, 22 Juni 2015

Tidak ada komentar:

Posting Komentar