Judul: Charlie Bone and The Time Twister
Penulis: Jenny Nimmo
Penerjemah: Iryani Syahrir
Penerbit: UFUK FICTION
Tahun Terbit: 2011
Tebal Buku: 410 Halaman
Di tengah kebosanannya dalam
menjalani hari-hari di asrama Bloor’s Academy, Charlie Bone tiba-tiba
kedatangan seorang anak laki-laki dari mesin waktu di musim dingin tahun 1916.
Anak itu sangat mirip dengan dirinya. Setelah sejenak mengingat kejadian aneh
yang terjadi padanya sebelumnya, ia pun dapat menyimpulkan bahwa anak laki-laki
itu adalah sepupunya. Atau tepatnya paman buyutnya. Charlie dapat menyimpulkan
bahwa anak itu merupakan paman buyutnya, karena ia merupakan anak yang
diberkati (memiliki kemampuan lebih). Ia dapat mendengar suara-suara orang yang
ada dalam foto hanya dengan melihat fotonya. Anak itu bernama Henry Yewbeam. Ia
datang dari mesin waktu berbentuk kelereng karena dikirim oleh sepupunya
Ezekiel Bloor (Zake) yang tidak mengharapkan kehadirannya. Charlie menangkap firasat
buruk jika kehadiran Henry sampai diketahui oleh beberapa orang di masa lalu.
Charlie memikirkan berbagai cara
untuk bisa membebaskan Henry. Pertama dengan membiarkan Henry di dalam kulkas.
Mereka menganggap jika Henry bisa mendapatkan temperatur yang sama dengan
temperatur ketika di tahun 1916, maka Henry bisa kembali ke masa lalu. Karena
Henry bisa sampai datang ke masa Charlie juga karena temperatur suhunya sama.
Namun Henry malah pingsan kedinginan di dalam kulkas. Juru Masak yang kebetulan
saat itu memergoki Charlie berkeliaran ketika jam tidur, akhirnya tidak jadi
memarahi Charlie dan membantu mengeluarkan Henry dari dalam kulkas. Diluar
dugaan, ternyata Juru Masak mau membantu menyembunyikan Henry untuk beberapa
saat.
Namun beberapa masalah mengganggu misi penyelamatan
mereka. Billy Raven yang merupakan anak yang diberkati juga, memiliki kemampuan
dapat berbicara dengan hewan. Sehingga ia dimanfaatkan oleh Zake untuk
mengartikan bahasa Blassed, anjing piaraannya karena Zake sadar bahwa hal ini
kemungkinan akan terjadi. Selain Billy, Zake juga memanfaatkan Manfred dan Asa
yang juga merupakan anak yang diberkati. Manfred yang merupakan ketua murid di
Bloor’s Academiy sekaligus anak dari pemilik Akademi tersebut, memiliki
kemampuan untuk menghipnotis. Sedangkan Asa memiliki kemampuan untuk merubah
diri menjadi binatang buas.
Charlie sadar ia tidak dapat bekerja
sendiri untuk membawa Henry ke tempat yang aman. Sehingga ia meminta bantuan
beberapa temannya dan ‘Paman Kakek’ yang lebih senang ia panggil ‘Paman’. Paman
Paton paham betul dengan situasinya, sehingga Charlie merasa perlu untuk
berkonsultasi setiap akan mengambil langkah untuk menyelamatkan Henry. Paman
Paton pun juga merasa bertanggung jawab atas anak dari masa lalu tersebut
(Henry). Karena Ayah Paman Paton, James, merupakan adik laki-laki bungsu Henry
yang tiba-tiba menjadi anak tunggal sepeninggalnya Henry.
Henry yang dilindungi sekaligus
diincar oleh banyak orang, justru membuat kekacauan ketika berusaha untuk
mendapatkan mesin waktu yang disembunyikan oleh Juru Masak . juru masak
menyembunyikannya karena mesin waktu itu sangat berbahaya. Mesin waktu tersebut
menggelinding entah kemana. Bersamaan dengan hilangnya mesin waktu itu, Henry
juga ditangkap oleh Manfred dan kawan-kawannya. Ia dibawa ke ruang Zake, sepupu
yang telah mengirimnya ke masa depan. Henry tidak gentar ketika berhadapan
dengan Zake. Bahkan ketika Zake menatapnya dengan kebencian yang luar biasa. Setelah
merasa cukup bertemu dengan sepupunya, Zake memerintahkan Manfred dan
kawan-kawannya untuk mengurung Henry di ruang bawah tanah. Tidak banyak yang
mengetahui bahwa ia terkurung di sana.
Henry dibantu teman-temannya
berusaha mencari tahu keberadaan Henry. Namun mereka gagal menemukannya. Ditengah
usaha mereka mencari Henry, Paman Paton mengalami kecelakaan tabrak lari. Ia
sadar bahwa tabrak lari tersebut merupakan ulah saudara-saudara perempuannya
yang bekerja pada Zake. Namun Paman Paton masih bisa memandu Charlie untuk misi
penyelamatan Henry. Olivia, teman Charlie yang tidak diberkati, menemukan Henry
di lubang bawah tanah. Namun ia tidak dapat mengeluarkan Henry. Charlie pun dipandu
oleh Paman Paton untuk mempelajari Bahasa Welas. Karena tongkat sihir yang akan
mereka gunakan untuk mengeluarkan Henry, hanya bisa digunakan dengan Bahasa
Welas. Setelah belajar mantra untuk menggunakan tongkat tersebut dari Paman
Paton, Charlie akhirnya dapat mengeluarkan Henry dari lubang bawah tanah
tersebut. Namun ternyata para kaki tangan Zake bertebaran di mana-mana. Membuat
ruang gerak Henry semakin sempit. Sehingga dengan terpaksa Henry harus
bersembunyi lagi.
Persembunyian Henry kali ini
digagalkan oleh aksi Dorothy yang berusaha lari dari Anaknya, Manfred dan
Suaminya, Dr. Bloor. Henry yang kebetulan berada di tempat perseembunyian yang
sama dengan Dorothy, akhirnya juga ikut menjadi buronan Ayah dan Anak tersebut.
Setelah sampai di loteng, Dorothy mengeluarkan mesin waktu yang hilang
tersebut. Ternyata mesin waktu tersebut tidak hanya diinginkan oleh Zake dan
Henry. Diam-diam Dorothy juga berharap terhadap mesin waktu itu. Ia berharap
bisa pergi ke masa lalu demi mengulang sejarahnya ketika ia masih bisa bermain
biola. Di masanya saat ini ia tidak dapat bermain biola. Tidak ada satu pun
yang ingin mendengarkan permainan biolanya. Bahkan anaknya, Manfred si Hipnotis
akan marah jika mendengar Ibunya bermain biola.
Gabriel yang juga berpikiran sama,
setelah mendengar kisah pilu Dorothy dari Juru Masak, memberikan mesin waktu
yang sebelumnya dicari-cari tersebut ke Dorothy. Gabriel yang memiliki
kemampuan merasakan dan mengetahui adegan dengan hanya memegang baju orang
lain, sangat bisa memahami perasaan Dorothy. Karena sebelumnya ia menggunakan
sarung tangan Dorothy hingga sangat kesakitan.
Tidak banyak waktu yang mereka
miliki. Anak dan Ayah itu akan segera mendapatkan mereka jika mereka tidak
segera pergi dengan mesin waktu tersebut. Dorothy mengajak Henry untuk pergi
bersamanya. Namun Henry sudah mulai terbiasa dengan dunia barunya. Ia pun
berusaha keras melepaskan jubahnya sampai ia terhempas ke cerobong asap.
Bertepatan dengan itu, Ayah dan Anak itu masuk. Namun mereka hanya mendapati
jubah Henry. Mereka mengira Henry sudah pergi bersama Dorothy.
Ketika Henry mencari cara untuk
pergi dari akademi itu tanpa diketahui, seekor burung sangat besar
mendekatinya. Burung yang sangat ramah itu sama sekali tidak membuat Henry
takut. Justru burung itu membawa Henry ke rumah Charlie dengan selamat. Paman
Paton tertegun ketika berhadapan langsung dengan Henry yang sebenarnya adalah pamannya.
Malam harinya Paman Paton dan Charlie mengantar Henry ke suatu tempat yang aman
baginya. Tempat dimana Henry akan memulai dan melanjutkan kehidupan barunya.
Sebuah rumah di dekat laut. Rumah ayah Paman Paton, James, sekaligus adik
Henry.
Setibanya di rumah tersebut, kakak-beradk
tersebut tidak dapat menahan haru atas pertemuan mereka. Henry masih dapat
mengenali sorot mata James meskipun sudah jauh menua dari dirinya. James
mengeluarkan kantong kelereng yang ditingkalkan oleh Henry ketika ia menghilang
secara tiba-tiba. Henry sebelum menghilang sempat berjanji akan mengajaknya
bermain Ring Taw. Setelah membiarkan kakak-beradik tersebut saling melepas
kangen, mereka membahas rencana kehidupan Henry selanjutnya. Henry berencana tinggal
bersama James dan melanjutkan pendidikannya di sekolah kecil di daerah itu. Dan
Charlie akan mengunjunginya seminggu sekali, bersamaan dengan Paman Paton
mengunjungi Ayahnya. James.
@13102014

Tidak ada komentar:
Posting Komentar