Jumat, 14 November 2014

Charlie Bone and The Time Twister

Judul: Charlie Bone and The Time Twister
Penulis: Jenny Nimmo
Penerjemah: Iryani Syahrir
Penerbit: UFUK FICTION
Tahun Terbit: 2011
Tebal Buku: 410 Halaman

Di tengah kebosanannya dalam menjalani hari-hari di asrama Bloor’s Academy, Charlie Bone tiba-tiba kedatangan seorang anak laki-laki dari mesin waktu di musim dingin tahun 1916. Anak itu sangat mirip dengan dirinya. Setelah sejenak mengingat kejadian aneh yang terjadi padanya sebelumnya, ia pun dapat menyimpulkan bahwa anak laki-laki itu adalah sepupunya. Atau tepatnya paman buyutnya. Charlie dapat menyimpulkan bahwa anak itu merupakan paman buyutnya, karena ia merupakan anak yang diberkati (memiliki kemampuan lebih). Ia dapat mendengar suara-suara orang yang ada dalam foto hanya dengan melihat fotonya. Anak itu bernama Henry Yewbeam. Ia datang dari mesin waktu berbentuk kelereng karena dikirim oleh sepupunya Ezekiel Bloor (Zake) yang tidak mengharapkan kehadirannya. Charlie menangkap firasat buruk jika kehadiran Henry sampai diketahui oleh beberapa orang di masa lalu.

Charlie memikirkan berbagai cara untuk bisa membebaskan Henry. Pertama dengan membiarkan Henry di dalam kulkas. Mereka menganggap jika Henry bisa mendapatkan temperatur yang sama dengan temperatur ketika di tahun 1916, maka Henry bisa kembali ke masa lalu. Karena Henry bisa sampai datang ke masa Charlie juga karena temperatur suhunya sama. Namun Henry malah pingsan kedinginan di dalam kulkas. Juru Masak yang kebetulan saat itu memergoki Charlie berkeliaran ketika jam tidur, akhirnya tidak jadi memarahi Charlie dan membantu mengeluarkan Henry dari dalam kulkas. Diluar dugaan, ternyata Juru Masak mau membantu menyembunyikan Henry untuk beberapa saat.

Namun beberapa masalah mengganggu misi penyelamatan mereka. Billy Raven yang merupakan anak yang diberkati juga, memiliki kemampuan dapat berbicara dengan hewan. Sehingga ia dimanfaatkan oleh Zake untuk mengartikan bahasa Blassed, anjing piaraannya karena Zake sadar bahwa hal ini kemungkinan akan terjadi. Selain Billy, Zake juga memanfaatkan Manfred dan Asa yang juga merupakan anak yang diberkati. Manfred yang merupakan ketua murid di Bloor’s Academiy sekaligus anak dari pemilik Akademi tersebut, memiliki kemampuan untuk menghipnotis. Sedangkan Asa memiliki kemampuan untuk merubah diri menjadi binatang buas.

Charlie sadar ia tidak dapat bekerja sendiri untuk membawa Henry ke tempat yang aman. Sehingga ia meminta bantuan beberapa temannya dan ‘Paman Kakek’ yang lebih senang ia panggil ‘Paman’. Paman Paton paham betul dengan situasinya, sehingga Charlie merasa perlu untuk berkonsultasi setiap akan mengambil langkah untuk menyelamatkan Henry. Paman Paton pun juga merasa bertanggung jawab atas anak dari masa lalu tersebut (Henry). Karena Ayah Paman Paton, James, merupakan adik laki-laki bungsu Henry yang tiba-tiba menjadi anak tunggal sepeninggalnya Henry.

Henry yang dilindungi sekaligus diincar oleh banyak orang, justru membuat kekacauan ketika berusaha untuk mendapatkan mesin waktu yang disembunyikan oleh Juru Masak . juru masak menyembunyikannya karena mesin waktu itu sangat berbahaya. Mesin waktu tersebut menggelinding entah kemana. Bersamaan dengan hilangnya mesin waktu itu, Henry juga ditangkap oleh Manfred dan kawan-kawannya. Ia dibawa ke ruang Zake, sepupu yang telah mengirimnya ke masa depan. Henry tidak gentar ketika berhadapan dengan Zake. Bahkan ketika Zake menatapnya dengan kebencian yang luar biasa. Setelah merasa cukup bertemu dengan sepupunya, Zake memerintahkan Manfred dan kawan-kawannya untuk mengurung Henry di ruang bawah tanah. Tidak banyak yang mengetahui bahwa ia terkurung di sana.

Henry dibantu teman-temannya berusaha mencari tahu keberadaan Henry. Namun mereka gagal menemukannya. Ditengah usaha mereka mencari Henry, Paman Paton mengalami kecelakaan tabrak lari. Ia sadar bahwa tabrak lari tersebut merupakan ulah saudara-saudara perempuannya yang bekerja pada Zake. Namun Paman Paton masih bisa memandu Charlie untuk misi penyelamatan Henry. Olivia, teman Charlie yang tidak diberkati, menemukan Henry di lubang bawah tanah. Namun ia tidak dapat mengeluarkan Henry. Charlie pun dipandu oleh Paman Paton untuk mempelajari Bahasa Welas. Karena tongkat sihir yang akan mereka gunakan untuk mengeluarkan Henry, hanya bisa digunakan dengan Bahasa Welas. Setelah belajar mantra untuk menggunakan tongkat tersebut dari Paman Paton, Charlie akhirnya dapat mengeluarkan Henry dari lubang bawah tanah tersebut. Namun ternyata para kaki tangan Zake bertebaran di mana-mana. Membuat ruang gerak Henry semakin sempit. Sehingga dengan terpaksa Henry harus bersembunyi lagi.

Persembunyian Henry kali ini digagalkan oleh aksi Dorothy yang berusaha lari dari Anaknya, Manfred dan Suaminya, Dr. Bloor. Henry yang kebetulan berada di tempat perseembunyian yang sama dengan Dorothy, akhirnya juga ikut menjadi buronan Ayah dan Anak tersebut. Setelah sampai di loteng, Dorothy mengeluarkan mesin waktu yang hilang tersebut. Ternyata mesin waktu tersebut tidak hanya diinginkan oleh Zake dan Henry. Diam-diam Dorothy juga berharap terhadap mesin waktu itu. Ia berharap bisa pergi ke masa lalu demi mengulang sejarahnya ketika ia masih bisa bermain biola. Di masanya saat ini ia tidak dapat bermain biola. Tidak ada satu pun yang ingin mendengarkan permainan biolanya. Bahkan anaknya, Manfred si Hipnotis akan marah jika mendengar Ibunya bermain biola.

Gabriel yang juga berpikiran sama, setelah mendengar kisah pilu Dorothy dari Juru Masak, memberikan mesin waktu yang sebelumnya dicari-cari tersebut ke Dorothy. Gabriel yang memiliki kemampuan merasakan dan mengetahui adegan dengan hanya memegang baju orang lain, sangat bisa memahami perasaan Dorothy. Karena sebelumnya ia menggunakan sarung tangan Dorothy hingga sangat kesakitan.

Tidak banyak waktu yang mereka miliki. Anak dan Ayah itu akan segera mendapatkan mereka jika mereka tidak segera pergi dengan mesin waktu tersebut. Dorothy mengajak Henry untuk pergi bersamanya. Namun Henry sudah mulai terbiasa dengan dunia barunya. Ia pun berusaha keras melepaskan jubahnya sampai ia terhempas ke cerobong asap. Bertepatan dengan itu, Ayah dan Anak itu masuk. Namun mereka hanya mendapati jubah Henry. Mereka mengira Henry sudah pergi bersama Dorothy.

Ketika Henry mencari cara untuk pergi dari akademi itu tanpa diketahui, seekor burung sangat besar mendekatinya. Burung yang sangat ramah itu sama sekali tidak membuat Henry takut. Justru burung itu membawa Henry ke rumah Charlie dengan selamat. Paman Paton tertegun ketika berhadapan langsung dengan Henry yang sebenarnya adalah pamannya. Malam harinya Paman Paton dan Charlie mengantar Henry ke suatu tempat yang aman baginya. Tempat dimana Henry akan memulai dan melanjutkan kehidupan barunya. Sebuah rumah di dekat laut. Rumah ayah Paman Paton, James, sekaligus adik Henry.


Setibanya di rumah tersebut, kakak-beradk tersebut tidak dapat menahan haru atas pertemuan mereka. Henry masih dapat mengenali sorot mata James meskipun sudah jauh menua dari dirinya. James mengeluarkan kantong kelereng yang ditingkalkan oleh Henry ketika ia menghilang secara tiba-tiba. Henry sebelum menghilang sempat berjanji akan mengajaknya bermain Ring Taw. Setelah membiarkan kakak-beradik tersebut saling melepas kangen, mereka membahas rencana kehidupan Henry selanjutnya. Henry berencana tinggal bersama James dan melanjutkan pendidikannya di sekolah kecil di daerah itu. Dan Charlie akan mengunjunginya seminggu sekali, bersamaan dengan Paman Paton mengunjungi Ayahnya. James.

@13102014

Tidak ada komentar:

Posting Komentar