Data Buku
Judul: ESQ (Emotional Spiritual Quotient)
Penulis: Ary Ginanjar Agustian
Editor: Dyah Utami Ariyanti dan Yudhistira
ANM
Penerbit: ARGA
Publishing
Tahun terbit: Desember, 2007
Tebal: 305 halaman
Beragam pengalaman
disertai pola pikir kritis Ary Ginanjar Agustian, membuatnya mampu menyimpulkan
sebab-akibat paradigma berpikir pada manusia. Sepotong kaliamat atau suatu
kejadian kecil saja mampu mengubah paradigma berpikir seseorang, yang
selanjutnya menghasilkan sikap yang merugikan atau menguntungkan. Padahal
manusia telah dikaruniai jiwa, sehingga ia bebas menentukan pilihan reaksi
terhadap kehidupannya. Bereaksi positif atau negatif. Paradigma berpikir dapat
ditimbulkan dari prasangka, prinsip-prinsip hidup, pengalaman, kepentingan,
sudut pandang, pembanding, dan fanatisme. Belenggu-belenggu tersebut harus
dijernihkan dari hati dan pikiran. Hati dan pikiran yang telah jernih dari
belenggu-belenggu pikiran, dapat mulai membangun kecerdasan emosi (EQ)
berdasarkan enam prinsip, yakni: prinsip bintang yang menghargai diri sendiri,
prinsip malaikat yang memiliki komitmen kuat dalam amanah, prinsip kepemimpinan
yang berlandaskan kefitrahan suara hati, prinsip pembelajaran yang memiliki
kebiasaan membaca situasi dan selalu berpikir kritis, prinsip masa depan yang
berorientasi pada tujuan akhir, dan prinsip keteraturan yang berorientasi pada
pembentukan sistem.
Seseorang
yang telah memiliki enam prinsip diatas, akan memiliki ketangguhan pribadi yang
diwujudkan dalam penetapan misi, pembangunan karakter diri, dan kemampuan
pengendalian diri. Syahadat adalah salah satu aplikasi dalam penetapan misi.
Sholat pun merupakan salah satu aplikasi pembangunan karakter diri. Sedangkan
puasa adalah realisasi dari kemampuan pengendalian diri. Hasilnya, akan
terbentuk pribadi yang kuat, memiliki prinsip dan integritas tinggi. Sebagai
makhluk sosial tidak hanya ketangguhan pribadi yang dibutuhkan. Namun juga
dibutuhkan ketangguhan sosial yang Ary ginanjar Agustian bagi dalam dua
aplikasi. Pertama sinergi yang berlandaskan sikap empati, kepercayaan, sikap
kooperatif, keterbukaan, serta kredibilitas, yang dapat direalisasikan dalam
bentuk zakat. Kedua, aplikasi total dalam hal persiapan fisik dan mental untuk
menghadapi berbagai tantangan masa depan. Inilah langkah akhir untuk mencapai
kecerdasan emosi dan spiritual.
Konsep-konsep
berpikir Ary yang kemudian ia tuangkan dalam buku ini hampir semuanya
dilatarbelakangi oleh keyakinannya sebagai seorang muslim. Sehingga meski
secara konsep yang dituangkannya bersifat universal, pembaca yang tidak
memiliki paradigma baik mengenai Islam, akan sulit menerima konsep Ary ini.
Bahkan ketika sekilas membaca buku tersebut, pembaca akan beranggapan bahwa ini
adalah buku ESQ ini diperuntukkan bagi yang beragama Islam. Namun terlepas dari
siapa dan apa latar belakang penulis, ada baiknya melihat isi dari buku
tersebut. karena konsep yang ditawarkan Ary sangat membangun bagi kualitas
kehidupan manusia, yang bukan hanya makhluk materi, namun juga makhluk sosial
dan spiritual.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar