Kamis, 06 November 2014

ESQ (Emotional Spiritual Qoutient)

Data Buku
Judul:  ESQ (Emotional Spiritual Quotient)
Penulis:  Ary Ginanjar Agustian
Editor:  Dyah Utami Ariyanti dan Yudhistira ANM
Penerbit:  ARGA Publishing
Tahun terbit:  Desember, 2007
Tebal:  305 halaman
Beragam pengalaman disertai pola pikir kritis Ary Ginanjar Agustian, membuatnya mampu menyimpulkan sebab-akibat paradigma berpikir pada manusia. Sepotong kaliamat atau suatu kejadian kecil saja mampu mengubah paradigma berpikir seseorang, yang selanjutnya menghasilkan sikap yang merugikan atau menguntungkan. Padahal manusia telah dikaruniai jiwa, sehingga ia bebas menentukan pilihan reaksi terhadap kehidupannya. Bereaksi positif atau negatif. Paradigma berpikir dapat ditimbulkan dari prasangka, prinsip-prinsip hidup, pengalaman, kepentingan, sudut pandang, pembanding, dan fanatisme. Belenggu-belenggu tersebut harus dijernihkan dari hati dan pikiran. Hati dan pikiran yang telah jernih dari belenggu-belenggu pikiran, dapat mulai membangun kecerdasan emosi (EQ) berdasarkan enam prinsip, yakni: prinsip bintang yang menghargai diri sendiri, prinsip malaikat yang memiliki komitmen kuat dalam amanah, prinsip kepemimpinan yang berlandaskan kefitrahan suara hati, prinsip pembelajaran yang memiliki kebiasaan membaca situasi dan selalu berpikir kritis, prinsip masa depan yang berorientasi pada tujuan akhir, dan prinsip keteraturan yang berorientasi pada pembentukan sistem.
Seseorang yang telah memiliki enam prinsip diatas, akan memiliki ketangguhan pribadi yang diwujudkan dalam penetapan misi, pembangunan karakter diri, dan kemampuan pengendalian diri. Syahadat adalah salah satu aplikasi dalam penetapan misi. Sholat pun merupakan salah satu aplikasi pembangunan karakter diri. Sedangkan puasa adalah realisasi dari kemampuan pengendalian diri. Hasilnya, akan terbentuk pribadi yang kuat, memiliki prinsip dan integritas tinggi. Sebagai makhluk sosial tidak hanya ketangguhan pribadi yang dibutuhkan. Namun juga dibutuhkan ketangguhan sosial yang Ary ginanjar Agustian bagi dalam dua aplikasi. Pertama sinergi yang berlandaskan sikap empati, kepercayaan, sikap kooperatif, keterbukaan, serta kredibilitas, yang dapat direalisasikan dalam bentuk zakat. Kedua, aplikasi total dalam hal persiapan fisik dan mental untuk menghadapi berbagai tantangan masa depan. Inilah langkah akhir untuk mencapai kecerdasan emosi dan spiritual.

Konsep-konsep berpikir Ary yang kemudian ia tuangkan dalam buku ini hampir semuanya dilatarbelakangi oleh keyakinannya sebagai seorang muslim. Sehingga meski secara konsep yang dituangkannya bersifat universal, pembaca yang tidak memiliki paradigma baik mengenai Islam, akan sulit menerima konsep Ary ini. Bahkan ketika sekilas membaca buku tersebut, pembaca akan beranggapan bahwa ini adalah buku ESQ ini diperuntukkan bagi yang beragama Islam. Namun terlepas dari siapa dan apa latar belakang penulis, ada baiknya melihat isi dari buku tersebut. karena konsep yang ditawarkan Ary sangat membangun bagi kualitas kehidupan manusia, yang bukan hanya makhluk materi, namun juga makhluk sosial dan spiritual.  

Tidak ada komentar:

Posting Komentar